Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kami menyiapkan lahan seluas 50 are untuk penanaman benih padi Cibogo dan peluncuran lima ton beras Nona Bena oleh Bapak Bupati. Persiapan ini sudah kami diskusikan sejak Mei 2024 untuk memasarkan hasil pertanian, sementara izin operasional baru selesai pada 2025,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa menghasilkan beras berkualitas bukan hal mudah bagi para petani, terlebih dengan biaya produksi yang cukup besar dan harga pasar yang sering tidak stabil.
“Biaya olah tanam sangat besar, sementara harga pasar tidak selalu stabil. Karena itu kami mencoba berinovasi melalui produk beras lokal ini, dengan harapan hasil panen petani bisa dihargai lebih baik,” katanya.
Beras Nona Bena nantinya akan disalurkan kepada para pengusaha serta Perum Bulog, sesuai dengan kesepakatan harga antara petani dan pihak penerima.
Pimpinan Perum Bulog Cabang SoE, Teguh N. Firmansyah, menyatakan pihaknya siap menerima pasokan beras Nona Bena jika harga dan kualitasnya memenuhi standar.
“Untuk jenis beras Nona Bena ini kami belum melihat lebih detail kadar air dan tingkat patahan bulirnya, tetapi ini masuk dalam kategori beras premium. Jika sesuai, kami siap menerima karena akan didistribusikan untuk beras jatah ASN,” ujarnya.
