Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ruteng, RakyatNTT.ID – Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit melantik sebanyak 68 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP dalam sebuah prosesi resmi yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Manggarai, Selasa (10/3/2026).
Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Pegunungan Flores.
Di hadapan saksi rohani dari agama Katolik dan Islam serta para pejabat pemerintah daerah, para kepala sekolah yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan untuk setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta berkomitmen menjalankan tugas dengan jujur dan penuh tanggung jawab.
Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Bupati Manggarai Nomor 119 Tahun 2026 tanggal 5 Maret 2026.
Amanah Besar Memimpin Pendidikan
Dalam sambutannya, Bupati Herybertus Nabit menegaskan bahwa pelantikan kepala sekolah bukan sekadar rotasi jabatan dalam birokrasi pendidikan.
Menurutnya, para kepala sekolah yang dilantik dipercaya memiliki kemampuan untuk memimpin satuan pendidikan dan mengelola proses pembelajaran secara profesional.
“Pelantikan ini bukan sekadar pengangkatan birokrasi. Ini adalah bentuk kepercayaan kepada mereka yang dinilai mampu memimpin sekolah dan mengelola pendidikan dengan baik,” tegasnya.
Kepemimpinan yang Mendengar dan Kolaboratif
Bupati juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang terbuka dan mampu mendengar berbagai masukan.
Ia mengingatkan bahwa seorang kepala sekolah harus mampu menyerap aspirasi dari berbagai pihak, mulai dari guru, orang tua siswa, tokoh masyarakat hingga tokoh agama sebelum mengambil keputusan penting bagi sekolah.
“Seorang pemimpin harus banyak mendengar. Setelah mendengar semua informasi, barulah kita menyesuaikan langkah dan mengambil keputusan yang tepat,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa visi dan karakter sekolah tidak boleh menjadi gagasan pribadi kepala sekolah semata, tetapi harus dirumuskan melalui diskusi bersama seluruh warga sekolah.
“Sekolah kita mau dikenal sebagai sekolah seperti apa, itu harus dibicarakan bersama,” katanya.
Tantangan Mutu Pendidikan dan Kesenjangan Akademik
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti kesenjangan hasil evaluasi kompetensi akademik nasional antar daerah, terutama pada mata pelajaran matematika.
Beberapa daerah seperti Yogyakarta dan Jakarta masih menunjukkan capaian akademik yang lebih tinggi dibanding daerah lain.
“Ini menjadi perhatian kita bersama agar kualitas pendidikan kita juga terus ditingkatkan,” katanya.
Untuk itu, para kepala sekolah diminta menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif, memperkuat kompetensi guru, serta membangun budaya belajar yang lebih baik di lingkungan sekolah.
“Kita semua pernah belajar menjadi guru, dan sekarang kita belajar menjadi pemimpin. Jika ada kekurangan di masa lalu, maka hari ini kita perbaiki,” pesannya.
Kepala Sekolah Ujung Tombak Kebijakan Pendidikan
Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai Wensislaus Sedan, S.Pd., M.Si., yang menjadi saksi PNS dalam pelantikan tersebut, menegaskan bahwa kepala sekolah memegang peran strategis dalam menjalankan berbagai kebijakan pendidikan pemerintah.
Menurutnya, seluruh konsep dan program pendidikan pada akhirnya harus diterapkan langsung di tingkat sekolah.
“Semua konsep dan kebijakan pendidikan pada akhirnya harus diimplementasikan di sekolah. Di situlah peran kepala sekolah dan para guru menjadi sangat penting,” ujarnya.
Siap Bangun Sinergi Sekolah dan Masyarakat
Salah satu kepala sekolah yang baru dilantik menyatakan kesiapan untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan akan membangun sinergi yang kuat antara sekolah dan masyarakat guna mendukung proses pembelajaran.
Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap kepemimpinan baru di tingkat satuan pendidikan ini dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah. (rnc)
