Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Pelantikan ini bukan sekadar pengangkatan birokrasi. Ini adalah bentuk kepercayaan kepada mereka yang dinilai mampu memimpin sekolah dan mengelola pendidikan dengan baik,” tegasnya.
Kepemimpinan yang Mendengar dan Kolaboratif
Bupati juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang terbuka dan mampu mendengar berbagai masukan.
Ia mengingatkan bahwa seorang kepala sekolah harus mampu menyerap aspirasi dari berbagai pihak, mulai dari guru, orang tua siswa, tokoh masyarakat hingga tokoh agama sebelum mengambil keputusan penting bagi sekolah.
“Seorang pemimpin harus banyak mendengar. Setelah mendengar semua informasi, barulah kita menyesuaikan langkah dan mengambil keputusan yang tepat,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa visi dan karakter sekolah tidak boleh menjadi gagasan pribadi kepala sekolah semata, tetapi harus dirumuskan melalui diskusi bersama seluruh warga sekolah.
“Sekolah kita mau dikenal sebagai sekolah seperti apa, itu harus dibicarakan bersama,” katanya.
Tantangan Mutu Pendidikan dan Kesenjangan Akademik
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti kesenjangan hasil evaluasi kompetensi akademik nasional antar daerah, terutama pada mata pelajaran matematika.
Beberapa daerah seperti Yogyakarta dan Jakarta masih menunjukkan capaian akademik yang lebih tinggi dibanding daerah lain.
