“Keberhasilan pengamanan Nyepi dan Idul Fitri sebelumnya adalah bukti nyata sinergitas kita. Kini fokus kita adalah memberikan rasa aman pada seluruh rangkaian Paskah, baik ibadah di dalam gereja maupun prosesi di luar gereja,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan operasi ini membutuhkan peran aktif seluruh pihak, termasuk masyarakat, agar suasana tetap kondusif selama perayaan berlangsung.

Secara keseluruhan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), operasi ini melibatkan 3.227 personel gabungan, terdiri dari 1.319 anggota Polri dan 1.908 personel TNI, yang akan mengamankan 1.113 gereja.

Khusus di Kabupaten Ende, pemetaan kerawanan telah dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga pengamanan jalur laut, terutama bagi wilayah pesisir yang menggelar prosesi keagamaan di laut.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres juga menyampaikan sembilan poin penekanan kepada seluruh personel, di antaranya prioritas pengamanan gereja, patroli intensif di titik rawan, pendekatan humanis, hingga antisipasi kecelakaan laut dan potensi bencana alam.

Selain itu, sinergitas TNI-Polri dan stakeholder terus diperkuat, termasuk pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam menjaga keamanan lingkungan.