Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Sebanyak 11 orang korban sudah tertangani semua,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, petugas juga melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) di sekitar lokasi kejadian. Hingga Senin (16/3/2026), tim berhasil menjangkau 124 hewan, terdiri dari 77 ekor kucing dan sisanya anjing.
Kegiatan penyisiran dan vaksinasi massal ini direncanakan berlanjut hingga Selasa (17/3/2026), termasuk ke wilayah yang berbatasan dengan Kelurahan Manumutin, jika tidak terkendala cuaca.
Yoos menambahkan, kasus ini merupakan yang pertama terjadi di wilayah tersebut, karena sebelumnya tidak pernah ada laporan gigitan hewan penular rabies terhadap warga.
Pihaknya juga akan meningkatkan kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait bahaya rabies dan pencegahannya.
Ia mengimbau warga yang memelihara hewan seperti anjing, kucing, maupun kera untuk segera melapor agar hewan peliharaan mereka dapat divaksin.
“Masyarakat juga diminta untuk mengikat anjing atau mengkandangkan kucingnya, guna mencegah penularan dan memudahkan proses vaksinasi,” pungkasnya. (*/rnc)
