Namun demikian, Donatus menilai kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari minimnya pembangunan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah tersebut. Kurangnya fasilitas pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan membuat banyak warga memilih merantau ke daerah lain.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah. Bisa jadi angka penduduk stagnan karena pembangunan yang minim, sehingga masyarakat keluar untuk mencari pendidikan dan pekerjaan yang lebih layak,” jelasnya.

Amfoang Strategis di Gerbang Utara Pulau Timor

Terlepas dari kendala tersebut, DOB Amfoang dinilai menjadi solusi strategis agar wilayah ini mendapat perhatian dan intervensi pembangunan dari Pemerintah Pusat.

Secara geografis, Amfoang memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gerbang utara Pulau Timor dan berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse, Republik Demokratik Timor Leste.

Sebagai wilayah perbatasan negara, keberadaan kabupaten baru di Amfoang diyakini dapat memperkuat fungsi pertahanan, keamanan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

Donatus yang berlatar belakang Ilmu Arsitektur juga memaparkan hasil simulasi tata ruang calon ibu kota jika DOB Amfoang terealisasi. Ia menilai Kelurahan Naikliu di Kecamatan Amfoang Utara sangat layak ditetapkan sebagai pusat pemerintahan.