Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sementara itu, lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencatat rata-rata bid to cover ratio sebesar 3,8 kali, melonjak signifikan dari posisi awal 2025 yang sebesar 2,2 kali.
“Rata-rata tertimbang yield hasil lelang juga menunjukkan level yang tetap terjaga, hal yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap baik,” ungkap Juda.
Incoming Bids SUN Alami Penurunan
Meski rasio penawaran terhadap target lelang masih tergolong sehat, pemerintah mencermati adanya tren penurunan jumlah penawaran masuk (incoming bids) dalam empat lelang SUN terakhir.
Data menunjukkan, total penawaran yang masuk mengalami penyusutan bertahap dari Rp90,96 triliun pada 6 Januari, menjadi Rp82,9 triliun (20 Januari), Rp76,58 triliun (3 Februari), dan terakhir turun ke Rp63,06 triliun pada lelang 18 Februari.
Dinamika ini menjadi perhatian pemerintah di tengah volatilitas pasar keuangan global.
Koordinasi dengan Otoritas Moneter
Menanggapi perkembangan tersebut, Juda yang juga mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.
Ia memastikan pemerintah akan terus berkolaborasi erat dengan otoritas moneter guna menjaga kepercayaan investor dan memastikan pembiayaan APBN tetap berjalan efisien dan berkelanjutan sepanjang 2026.
