Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi kunci utama dalam menekan potensi kredit macet di NTT.

Dua Pilar Strategis: Pendampingan dan Riset

Dalam diskusi tersebut, Undana menawarkan dua pilar sinergi utama untuk memperkuat ekosistem KUR di NTT.

1. Pendampingan Intensif UMKM

Mahasiswa magang dan peserta KKN Tematik dapat difokuskan untuk mendampingi pelaku UMKM penerima KUR, terutama dalam hal pencatatan keuangan, perencanaan usaha, dan tata kelola bisnis.

Pendampingan ini bertujuan agar dana KUR benar-benar digunakan untuk aktivitas produktif, bukan konsumsi non-produktif yang berisiko memicu kredit macet.

2. Pemetaan Data Unbankable

Undana juga mendorong perbankan untuk mendukung riset kampus dalam memetakan potensi ekonomi di wilayah terpencil yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan formal (unbankable).

Sektor seperti pengrajin tenun, nelayan, dan komoditas kelautan dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi, namun belum sepenuhnya tersentuh pembiayaan perbankan.

Dengan dukungan data akademis yang komprehensif, perbankan dapat menyalurkan KUR secara lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

Riset jadi Fondasi Inklusi Keuangan

Undana menilai bahwa riset berbasis data lokal menjadi fondasi penting dalam memperkuat inklusi keuangan di NTT. Pemetaan klaster UMKM yang akurat akan membantu perbankan tidak hanya mengejar target kuota tahunan, tetapi juga memperhitungkan daya ungkit ekonomi jangka panjang.