“Kita membuat kebijakan harus berdasarkan kajian. Tidak bisa top down. Orang butuhnya apel, jangan kita kasih jeruk. Supaya tepat sasaran, kita memang butuh penelitian,” tegas Christian Widodo.

Ia berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Jangan sampai hanya berhenti di rak perpustakaan. Penelitian ini harus mewujud nyata dalam kebijakan yang berdampak langsung bagi warga,” tambahnya.

Fokus pada Isu Strategis Kota Kupang

Wali Kota juga membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan Undana. Ia memberi kesempatan kepada seluruh perangkat daerah untuk mengusulkan sektor prioritas yang membutuhkan kajian ilmiah, sehingga penelitian yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menegaskan bahwa bantuan riset tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami akan melakukan komunikasi intens dengan Pemerintah Kota Kupang untuk menentukan aspek mana yang menjadi prioritas tahun ini. Fokusnya bisa pada pengelolaan sampah, penguatan ekonomi masyarakat, maupun reformasi birokrasi,” jelasnya.