Ia menambahkan, peluncuran PPDS Bali–Nusra melibatkan sinergi tiga perguruan tinggi besar, yakni Undana, UNRAM, dan UNUD. Masing-masing universitas akan mengelola Program Spesialis (SP1) dan Subspesialis (SP2) secara mandiri dengan dukungan rumah sakit pengampu yang telah ditetapkan.

Tahap Awal Fokus Program Spesialis (SP1)

Pada tahap awal, Undana akan memulai Program Pendidikan Dokter Spesialis (SP1). Secara paralel, universitas juga tengah mempersiapkan fondasi akademik dan infrastruktur medis untuk pembukaan Program Subspesialis (SP2) di masa mendatang.

Pihak universitas menekankan pentingnya pemahaman publik mengenai perbedaan kedua jenjang tersebut. Program Subspesialis (SP2) secara akademik setara dengan jenjang Doktoral (S3) dan menjadi jalur pengembangan keilmuan lanjutan bagi dokter spesialis, termasuk peluang meraih jabatan profesor melalui keahlian yang lebih spesifik.

Hadirkan Pimpinan Daerah dan Pembukaan Akses Beasiswa

Peluncuran PPDS Bali–Nusra direncanakan dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, seluruh Bupati se-NTT, unsur Forkopimda, serta pimpinan rumah sakit pengampu dari berbagai daerah.

Kehadiran para kepala daerah diharapkan dapat memperkuat komitmen pemberian beasiswa daerah bagi putra-putri NTT untuk menempuh pendidikan dokter spesialis di Undana, sekaligus menjamin ketersediaan tenaga medis ahli di daerah asal masing-masing.