Kupang, RakyatNTT.ID Tepat satu tahun kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johanis Asadoma, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Universitas Nusa Cendana (Undana) menyampaikan catatan kritis terhadap kinerja Pemerintah Provinsi NTT.

Dalam pernyataan resminya, BEM Undana memberikan “Rapor Merah” kepada kepemimpinan Melki–Johni. Mahasiswa menilai terdapat kesenjangan antara klaim tingkat kepuasan publik sebesar 80,5 persen dengan realitas yang dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.

Dinilai Minim Output Konkret

Ketua BEM Undana, Agnesia B. Selly, menyebut kepemimpinan Melki–Johni pada tahun pertama lebih banyak diwarnai kegiatan seremonial dibandingkan capaian program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menyoroti belum optimalnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta tingginya ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat.

PAD yang dijanjikan belum menunjukkan progres signifikan. Ketergantungan pada pusat masih tinggi, sementara pembangunan desa tertinggal belum menyentuh kebutuhan mendasar rakyat,” tegas Agnesia.

Menurutnya, keberhasilan makroekonomi yang diklaim pemerintah belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat desa yang masih menghadapi persoalan dasar seperti akses pendidikan, air bersih, dan infrastruktur.

Soroti Ketidakpuasan dan Tragedi Sosial

Sekretaris BEM Undana, Eurico A. Boling, menilai angka 19 persen ketidakpuasan publik dalam survei resmi bukan sekadar data statistik, melainkan representasi suara masyarakat pedesaan yang masih terisolasi.