Pembahasan lanjutan terkait perjanjian pembangunan bendungan akan difasilitasi oleh KBRI di Dili. Pemerintah Indonesia melalui Kabupaten Belu diminta segera mengirimkan data teknis mengingat proses pembangunan memiliki tenggat waktu.

1.000 Hektare Lahan Pertanian Menunggu Irigasi

Bupati Belu Willybrodus Lay menyampaikan bahwa terdapat sekitar 1.000 hektare lahan pertanian di sekitar Dilumil yang diharapkan dapat terairi setelah bendungan rampung dibangun.

“Saya menyuarakan aspirasi masyarakat agar 1.000 hektare lahan ini dapat diairi setelah pembangunan Bendungan Maliana II selesai,” ungkapnya.

Iklan

Menurutnya, manfaat bendungan akan dirasakan langsung oleh masyarakat di dua kecamatan, yakni Kecamatan Lamaknen dan Kecamatan Raihat.

Ia juga mengapresiasi Kemenko Polhukam yang telah memfasilitasi pertemuan strategis tersebut.

“Pemerintah tidak pernah mengabaikan aspirasi masyarakat. Kehadiran pemerintah pusat hari ini adalah bukti bahwa aspirasi warga didengar dan ditindaklanjuti,” tegas Willy Lay.

Dihadiri Pejabat RI dan RDTL

Site visit ini dihadiri jajaran pemerintah pusat, unsur TNI–Polri, Kementerian/Lembaga terkait, perwakilan KBRI Dili, Badan Informasi Geospasial (BIG), BNPB, serta pejabat Pemerintah Kabupaten Belu.