Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kini, dengan tren AI yang sedang booming secara global, Meta tampaknya melihat peluang baru di pasar wearable.
Kebangkitan proyek Malibu 2 juga menjadi sinyal bahwa Meta ingin bersaing lebih serius dengan Apple, Samsung, dan Google di sektor perangkat pintar yang terhubung dengan ekosistem AI.
Sukses Ray-Ban Pintar Jadi Modal Kuat
Kepercayaan diri Meta memasuki pasar smartwatch tidak lepas dari kesuksesan produk kacamata pintar hasil kolaborasi dengan EssilorLuxottica.
Pengiriman kacamata Ray-Ban pintar berbasis AI dilaporkan melonjak hingga hampir 6 juta unit sepanjang tahun lalu. Tingginya permintaan bahkan membuat Meta sempat menghentikan sementara ekspansi internasional karena keterbatasan pasokan dan lonjakan permintaan di Amerika Serikat.
Saat ini, Meta juga dikabarkan tengah mengembangkan sekitar empat perangkat augmented reality (AR) dan mixed reality (MR).
Persaingan Wearable Berbasis AI Makin Sengit
Rencana peluncuran smartwatch Meta muncul di tengah meningkatnya tren perangkat wearable berbasis AI. Sejumlah perusahaan teknologi global berlomba menghadirkan gadget pintar yang terintegrasi dengan asisten digital dan sistem kecerdasan buatan.
Jika resmi meluncur akhir tahun ini, smartwatch Meta 2026 berpotensi menjadi pesaing baru di pasar global, sekaligus memperkuat strategi perusahaan dalam membangun ekosistem perangkat yang saling terhubung berbasis AI.
