Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Bupati Kupang Yosef Lede menghadiri pembukaan Sidang Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ke-54 yang digelar di GMIT Center, Kota Kupang, Senin (9/2/2026) sore.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kupang itu menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan kehidupan bergereja dan pelayanan GMIT di wilayah tersebut.
Sidang pembukaan ini turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma, Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni, Bupati Rote Ndao, Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Sekretaris Daerah Kota Kupang, Asisten II Sekda Kabupaten Alor, Direktur Utama Bank NTT beserta Komisaris Independen, jajaran Sinode GMIT, serta para peserta sidang dari berbagai wilayah pelayanan GMIT.
Dalam sambutan Gubernur NTT yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Jhoni Asadoma, ditegaskan bahwa Sidang Majelis Sinode merupakan forum tertinggi dalam tata kehidupan bergereja GMIT yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah pelayanan gereja.
“Persidangan ini merupakan forum tertinggi dalam kehidupan bergereja di GMIT yang memiliki peran strategis dalam mengevaluasi pelayanan, merumuskan arah kebijakan, serta menetapkan program-program pelayanan gereja ke depan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, GMIT telah melewati berbagai dinamika zaman dan terus berupaya menjawab tantangan pelayanan dengan semangat pembaruan, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Injil sebagai fondasi utama.
Menutup sambutannya, Wakil Gubernur NTT berharap Sidang Majelis Sinode GMIT ke-54 dapat menghasilkan keputusan strategis yang berdampak langsung bagi jemaat dan masyarakat.
“Kiranya persidangan ini menghasilkan keputusan-keputusan strategis demi kebaikan jemaat dan masyarakat NTT,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Bupati Kupang Yosef Lede dalam sapaannya menyampaikan ucapan selamat atas dibukanya Sidang Majelis Sinode GMIT ke-54. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelayanan gereja.
“Sebagai Bupati Kupang dan sebagai bagian dari GMIT, saya menyampaikan selamat atas dibukanya Persidangan Majelis Sinode GMIT ke-54,” katanya.
Yosef Lede mengingat pesan Ketua Majelis Sinode GMIT yang menurutnya relevan dengan kondisi saat ini, bahwa gereja dan pemerintah sama-sama berada dalam situasi yang penuh tantangan.
“Kalau pemerintah terluka, GMIT juga terluka. Artinya, kita semua sedang terluka dan membutuhkan pemulihan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam persidangan ini mencerminkan kesamaan visi dan misi antara pemerintah dan gereja, yakni menghadirkan pemulihan dan kesejahteraan di tengah masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan GMIT guna menyelaraskan program pemerintah daerah dengan program-program jemaat.
“Kami telah melakukan sinkronisasi program agar pelayanan gereja dan pembangunan daerah berjalan searah,” jelasnya.
Mengakhiri sapaannya, Yosef Lede berharap Sidang Majelis Sinode GMIT ke-54 melahirkan keputusan-keputusan yang bersifat kolaboratif dan aplikatif.
“Kiranya persidangan ini menghasilkan keputusan yang dapat dikolaborasikan dengan program Pemerintah Kabupaten Kupang,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Sinode GMIT Samuel Pandie dalam suara gembalanya mengajak seluruh pendeta dan peserta sidang untuk memanfaatkan momentum persidangan secara optimal.
“Mari kita manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya, membangun kekuatan komunitas dan pelayanan bersama,” ajaknya.
Samuel Pandie menegaskan kesiapan GMIT untuk terus bersinergi dengan pemerintah demi memperkuat peran gereja di tengah jemaat dan masyarakat.
“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk menjadi kekuatan bersama di tengah masyarakat,” tegasnya. (*/rnc)
