Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
New York, RakyatNTT.ID – Persidangan di Amerika Serikat mengungkap strategi internal Instagram dan YouTube yang diduga dirancang untuk membuat anak-anak dan remaja kecanduan menggunakan platform media sosial tersebut. Fakta ini terungkap dalam gugatan seorang warga AS terhadap perusahaan teknologi raksasa Meta dan Google.
Dalam persidangan, pengacara Mark Lanier memaparkan di hadapan juri bagaimana algoritma Instagram dan YouTube disebut sengaja dibangun untuk memengaruhi otak anak agar terus terikat pada aplikasi.
Pemaparan itu disampaikan saat Lanier mewakili Kaley G. M., seorang perempuan yang mengaku mengalami kecanduan berat terhadap media sosial.
Lanier menegaskan tujuan utama gugatan ini adalah membuktikan bahwa korban kecanduan media sosial memiliki dasar hukum untuk menuntut ganti rugi dari perusahaan teknologi.
Berdasarkan dokumen internal perusahaan yang diajukan ke pengadilan, Meta dan Google disebut menciptakan “mesin keterikatan” yang memanfaatkan kelemahan psikologis anak dan remaja.
Kaley dalam keterangannya menyebut Instagram dan YouTube sebagai faktor utama yang memicu depresi mendalam hingga munculnya pikiran untuk bunuh diri. Ia menuntut agar perusahaan teknologi bertanggung jawab atas penurunan kondisi kesehatan mental yang dialaminya.
