Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Ini adalah tanggung jawab negara dalam dunia pendidikan. Walaupun anak-anak berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda, di dalam kelas mereka harus sejajar. Bantuan ini akan membuat psikologi anak lebih nyaman dan percaya diri,” tegasnya.
Selain meringankan beban orang tua, Eldi menilai program bantuan perlengkapan sekolah juga berkontribusi langsung terhadap kualitas proses belajar-mengajar. Anak-anak dapat fokus belajar tanpa tekanan sosial akibat keterbatasan fasilitas pribadi.
Tak hanya itu, Djunaidi Kana juga menyoroti praktik-praktik pungutan di sekolah yang dinilainya masih kerap terjadi. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang agar lebih tegas mengarahkan kepala sekolah dan ketua komite sekolah untuk tidak membebani orang tua dengan pungutan tambahan.
Ia menegaskan, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus benar-benar direalisasikan sesuai peruntukannya, terutama untuk kebutuhan langsung siswa. Pasalnya, hingga kini masih ditemukan laporan bahwa buku paket yang seharusnya dibiayai Dana BOS justru dibeli sendiri oleh orang tua siswa.
“Kami masih menerima laporan tentang hal-hal miring di sekolah. Ini wajib menjadi perhatian serius agar tumbuh kembang anak bisa benar-benar terjamin dan mereka dapat mengenyam pendidikan secara layak,” pungkasnya.
