Menurut Pandu, Danantara hanya akan masuk ke saham-saham berfundamental kuat demi menjaga akuntabilitas pengelolaan dana investasi.

“Harus memiliki fundamental yang sangat baik, karena Danantara harus bisa mempertanggungjawabkan setiap investasi yang dilakukan,” jelas Pandu.

Ia menambahkan, Danantara melihat nilai yang sangat menarik pada perekonomian Indonesia serta banyak perusahaan dengan valuasi yang baik untuk dikoleksi.

“Kami melihat good value di ekonomi Indonesia. Dan yang paling penting, kami menemukan banyak bisnis dengan value yang sangat baik untuk dibeli. Mulai besok jam 9 pagi pasar buka, kami aktif sebagai peserta pasar,” ungkapnya.

Pandu juga menegaskan bahwa aktivitas investasi Danantara di pasar modal akan dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada satu hari perdagangan.

“Minggu depan pun, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, kami akan terus masuk dan berinvestasi di pasar modal,” tambahnya.

Untuk tahun 2026, Pandu menyebut sekitar 50 persen pendanaan Danantara akan dialokasikan ke public market, dengan porsi terbesar difokuskan di dalam negeri.

“Kami bisa investasi ke luar negeri, tapi prioritas kami tetap Indonesia. Ada keberpihakan kepada Indonesia,” pungkas Pandu. (*/rnc)