Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana melakukan merger 15 perusahaan asuransi pelat merah menjadi tiga entitas besar. Ketiga perusahaan tersebut nantinya akan memiliki spesialisasi masing-masing, yakni life insurance, general insurance, dan credit insurance.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda besar restrukturisasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah.
Restrukturisasi BUMN Dipangkas jadi 300 Entitas
COO BPI Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pada tahun ini jumlah anak hingga cucu usaha BUMN akan dipangkas drastis dari 1.043 entitas menjadi sekitar 300 entitas.
Ia menegaskan bahwa seluruh BUMN akan terdampak proses restrukturisasi tersebut, termasuk sektor asuransi.
“Asuransi dari 15 akan menjadi 3. Kita akan punya satu life insurance, satu general insurance, dan satu credit insurance,” ujar Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).
Merger ini diharapkan menciptakan industri asuransi BUMN yang lebih efisien, fokus, dan memiliki daya saing lebih kuat di pasar domestik maupun regional.
OJK Masih Bahas Skema dengan IFG
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memberikan tanggapan terkait wacana merger asuransi BUMN tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan pihaknya masih melakukan pembahasan dengan Indonesia Financial Group (IFG) selaku holding asuransi BUMN.
“Oh, itu kita masih bicara dengan IFG. Kita harus bicara dengan IFG untuk bagaimana programnya,” ujar Ogi saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (30/6/2025).
IFG dan Peta Asuransi BUMN
Sebagai informasi, IFG Holding membawahi sejumlah perusahaan asuransi, penjaminan, dan investasi milik negara. Di antaranya Jasa Raharja, Jamkrindo, Askrindo, dan Jasindo.
Untuk sektor asuransi jiwa dan kesehatan, IFG memiliki IFG Life. Selain itu, terdapat pula perusahaan asuransi umum seperti PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) dan PLN Insurance yang merupakan bagian dari ekosistem BUMN.
Rencana merger asuransi BUMN oleh Danantara ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur industri keuangan negara, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengurangi tumpang tindih bisnis antar entitas pelat merah.
Jika terealisasi, restrukturisasi ini akan menjadi salah satu transformasi terbesar dalam sejarah industri asuransi BUMN di Indonesia. (*/rnc)
