Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Skenario memuakkan kini sudah di depan mata,” tulis Burry, seperti dikutip dari Futurism.
Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa penurunan tambahan sebesar 10 persen saja pada harga Bitcoin dapat menjadi bencana bagi perusahaan pemegang kripto terbesar di dunia, Strategy Inc., sekaligus mendorong sejumlah penambang kripto berada di ambang kebangkrutan.
Tekanan Global dan Gejolak Wall Street
Peringatan Burry muncul di tengah gejolak pasar keuangan global. Nilai tukar dolar Amerika Serikat dilaporkan menyentuh level terendah dalam empat tahun terakhir, seiring investor global memburu aset yang dianggap lebih aman di luar AS.
Ketidakpastian kebijakan moneter pemerintahan Presiden Donald Trump turut memperlemah daya tarik investasi di AS, sementara Eropa dinilai menawarkan peluang yang lebih stabil bagi investor internasional.
Burry menilai, jika harga Bitcoin jatuh di bawah USD 70.000, dampaknya bisa meluas ke sektor keuangan secara keseluruhan. Bahkan, apabila Bitcoin menembus level USD 50.000, para penambang kripto berisiko gulung tikar, disertai aksi jual besar-besaran pada aset lain, termasuk emas.
Akurat atau Sekadar Pesimisme?
Meski peringatan Michael Burry terdengar mengkhawatirkan, akurasi prediksinya masih menjadi tanda tanya. Ia memang dikenal sebagai kritikus keras mata uang kripto dan kerap menyebut aset digital tersebut tidak memiliki nilai fundamental.
