“Tembok penahan terlalu rendah sehingga banjir meluap masuk dalam sawah. Tembok penahan yang ada sekarang sepanjang 220 meter, dibangun dari Dana Desa Nusakdale tahun 2017. Di lokasi Ingupapan kami cek tadi ada empat sawah yang terdampak,” jelas Arifon.

Dengan demikian, total sementara terdapat sembilan bidang sawah yang terdampak di dua lokasi tersebut.

Usulan Pembangunan Tembok Penahan

Arifon mengungkapkan, usulan pembangunan tembok penahan sepanjang 1.500 meter sebenarnya sudah diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun hingga kini belum terealisasi.

Menurutnya, pembangunan tanggul yang lebih tinggi sekitar 2-2,5 meter dan lebih panjang sangat mendesak karena menyangkut ketahanan pangan serta penghasilan petani.

“Semoga diprioritaskan untuk segera dibangun karena ini berdampak pada masalah perut dan dompet masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, luas total lahan terdampak dan estimasi kerugian belum dapat dipastikan karena masih dalam proses pendataan oleh ketua kompleks untuk dilaporkan kepada pemerintah desa.

Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret guna mencegah banjir sawah Rote Ndao kembali terjadi di musim hujan berikutnya. (rnc12)