Kupang, RakyatNTT.ID Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo atau akrab disapa Chris Widodo, menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang terhadap pembukaan program studi (prodi) dokter spesialis di Universitas Nusa Cendana (Undana).

Kehadiran prodi ini dinilai menjadi solusi strategis untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kita selama ini memang kekurangan dokter spesialis. Jadi tentu kami mendukung penuh. Bahkan RSUD SK Lerik siap menjadi tempat praktik, jika nanti ada dokter-dokter spesialis yang ingin mengabdi. Kami siapkan fasilitasnya,” tegas Wali Kota Kupang usai melantik 8 pejabat Pemkot Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (22/1/2026).

Dukungan tersebut sejalan dengan langkah Undana yang secara resmi membuka program studi dokter spesialis setelah memperoleh izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Wujud Arahan Presiden Perkuat Layanan Kesehatan

Sebelumnya, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Semuel Bale, S.T., M.Eng., pada Selasa (20/1/2026), menjelaskan bahwa pembukaan prodi spesialis ini merupakan implementasi langsung arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pemerataan layanan kesehatan dan penguatan sumber daya manusia kesehatan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini adalah manifestasi nyata dari instruksi Presiden untuk mempercepat pelayanan kesehatan yang merata, khususnya di daerah seperti NTT,” ujar Prof. Jefri Bale.

Arahan tersebut ditindaklanjuti melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan Kemendikti Saintek dengan membentuk task force peningkatan layanan kesehatan di perguruan tinggi negeri yang memiliki fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan.

Undana Penuhi Syarat Pembukaan Prodi Spesialis

Undana dinilai memenuhi dua syarat utama untuk membuka pendidikan dokter spesialis, yakni memiliki program studi kedokteran serta rumah sakit pendidikan sebagai wahana pembelajaran klinik. Seluruh kesiapan administratif dan akademik telah dikoordinasikan oleh Wakil Rektor I bersama Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana serta tim terkait.

“Awalnya kami mengusulkan tiga program studi spesialis, namun saat ini dua yang telah memperoleh SK. Ini sudah menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi Undana dan masyarakat NTT,” ungkap Rektor.

Dua Prodi Spesialis Resmi Dibuka

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 78/B/O/2026, Undana secara resmi memperoleh izin membuka dua program studi dokter spesialis, yaitu:

  • Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif (Spesialis) dengan Universitas Udayana (Unud) sebagai perguruan tinggi pembina.
  • Program Studi Obstetri dan Ginekologi (Spesialis) dengan Universitas Airlangga (Unair) sebagai perguruan tinggi pembina.

Kedua program studi tersebut telah dinyatakan memenuhi persyaratan minimum akreditasi. Undana berkomitmen menjaga standar mutu pendidikan dengan melibatkan fakultas kedokteran dari universitas pembina guna memastikan lulusan dokter spesialis memiliki kompetensi yang unggul dan siap mengabdi di NTT.

Pembukaan prodi dokter spesialis Undana ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan kesehatan daerah sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Nusa Tenggara Timur. (rnc)