Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Meski menuai kontroversi di media sosial, sejumlah pihak mencatat bahwa poin-poin tersebut bukan hal baru. Arsip kebijakan privasi TikTok versi Agustus 2024 juga memuat klausul serupa. Namun, kebijakan itu menjadi viral bersamaan dengan pengumuman restrukturisasi TikTok di AS, sehingga memicu sentimen negatif publik.
“Jika saya bisa menghapus platform terbesar saya karena terms and condition dan penyensoran yang sudah tak terkontrol, Anda juga bisa melakukannya,” tulis kreator konten Dre Ronayne di Threads.
Ronayne mengaku memiliki hampir 400 ribu pengikut di TikTok sebelum memutuskan menghapus aplikasi tersebut pada akhir pekan lalu.
Sejumlah kreator lain juga melaporkan gangguan teknis, termasuk video yang gagal diunggah. Kreator populer Nadya Okamoto, yang memiliki lebih dari 4 juta pengikut, menyebut TikTok AS belum menjelaskan secara rinci dampak pembentukan perusahaan gabungan baru terhadap operasional platform.
“Hal ini yang membuat banyak orang paranoid, karena kami tidak tahu apa yang sedang terjadi,” ujar Okamoto.
Ia mengaku sempat tidak bisa mengunggah video selama 24 jam, dan memilih mengalihkan distribusi kontennya ke Instagram (Meta) dan YouTube (Google) di tengah ketidakpastian tersebut.
