Jakarta, RakyatNTT.ID Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat sebanyak 62 kasus influenza varian H3N2 subclade K, yang dikenal luas sebagai “super flu”, hingga akhir Desember 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan analisis epidemiologi yang dirilis Kemenkes RI, Jawa Timur mencatat 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan dengan 18 kasus, serta Jawa Barat sebanyak 10 kasus. Sementara itu, Sumatera Selatan melaporkan 5 kasus, dan masing-masing 1 kasus tercatat di Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.

Kemenkes mengungkapkan bahwa kasus super flu pertama kali terdeteksi di Jawa Tengah, sedangkan temuan paling terbaru dilaporkan berasal dari Jawa Barat. Pola penyebaran ini menjadi dasar penguatan kewaspadaan, terutama di wilayah dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi.

Iklan

Mayoritas Kasus Menyerang Perempuan

Dari sisi karakteristik pasien, mayoritas kasus super flu tercatat terjadi pada perempuan, yakni 64,5 persen atau sekitar 40 kasus. Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok perempuan menjadi salah satu populasi yang paling terdampak dalam sebaran kasus saat ini.

Sementara berdasarkan kelompok usia, anak-anak berusia 1 hingga 10 tahun menjadi kelompok dengan proporsi tertinggi, mencapai 35,5 persen dari total kasus. Posisi berikutnya ditempati kelompok usia 21 hingga 30 tahun sebesar 21,0 persen, disusul kelompok usia 11 hingga 20 tahun sebanyak 19,4 persen.