Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tantangan utama dalam sintesis verticillin A terletak pada arsitektur molekulnya yang sangat kompleks. Senyawa ini memiliki 10 cincin kimia dan delapan pusat stereogenik yang harus tersusun dalam orientasi ruang sangat presisi. Menariknya, verticillin A hanya berbeda dua atom oksigen dari molekul serupa yang pernah disintesis MIT pada 2009, namun perbedaan kecil tersebut justru membuat proses sintesis menjadi jauh lebih sulit.
“Kedua atom oksigen ini membuat molekul menjadi jauh lebih rapuh dan sensitif selama reaksi kimia,” jelas Movassaghi.
Setelah berbagai pendekatan lama gagal, tim MIT merombak total strategi sintesis dengan menyusun ulang urutan pembentukan ikatan kimia secara mendasar.
Proses ini dimulai dari turunan asam amino beta-hidroksitriptofan dan dibangun secara bertahap dengan kontrol stereokimia yang ketat. Secara keseluruhan, sintesis verticillin A berhasil diselesaikan dalam 16 tahap—sebuah pencapaian besar dalam kimia sintesis modern.
Keberhasilan ini membuka peluang pengembangan berbagai turunan verticillin A. Tim peneliti dari Dana-Farber Cancer Institute kemudian menguji senyawa-senyawa tersebut pada sel kanker manusia. Hasil paling signifikan terlihat pada sel DMG dengan kadar tinggi protein EZHIP, yang berperan dalam regulasi metilasi DNA.
