Labuan Bajo, RakyatNTT.ID – Operasi pencarian satu korban kapal tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi diperpanjang selama dua hari. Perpanjangan operasi SAR tersebut dilakukan atas permintaan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengatakan perpanjangan pencarian disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Maumere kepada Kapolres Manggarai Barat.

“Iya, dari informasi Kapolres Manggarai Barat bahwa sesuai laporan dari Kepala SAR Maumere, proses pencarian diperpanjang dua hari lagi,” kata Henry, Rabu (7/1/2026).

Henry menjelaskan, perpanjangan dilakukan apabila hingga batas akhir pencarian pada Rabu (7/1/2026) satu korban yang masih dinyatakan hilang belum ditemukan. Permintaan resmi perpanjangan pencarian tersebut datang dari Kedutaan Besar Spanyol dan diterima oleh pihak SAR.

“Perpanjangan sesuai permintaan Kedubes Spanyol. Pencarian masih difokuskan pada satu korban yang belum ditemukan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Selasa (6/1/2026), tim SAR gabungan menemukan satu jenazah korban bersamaan dengan bangkai kapal di sekitar perairan Pedde, Pulau Komodo. Temuan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko.

“Iya betul, ditemukan satu jenazah,” ujar Rudi Darmoko melalui pesan singkat.

Dengan temuan tersebut, masih tersisa satu korban yang dinyatakan hilang. Kepala Kantor SAR Maumere, Fatur Rahman, menyebut jenazah ditemukan sekitar 7,48 nautical mile atau 13,85 mil laut dari titik duga tenggelamnya kapal.

Korban yang telah teridentifikasi merupakan anak laki-laki berusia 10 tahun, dan dipastikan adalah anak dari pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras.

Diketahui, kapal wisata KM Putri Sakina tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025) malam. Kapal tersebut mengangkut 11 orang, terdiri atas empat anak buah kapal (ABK) dan tujuh penumpang, yakni enam warga negara asing asal Spanyol serta satu pemandu wisata warga negara Indonesia.

Sesaat setelah kejadian, tim SAR gabungan mengevakuasi tujuh korban selamat, sementara empat orang lainnya dinyatakan hilang. Dalam proses pencarian, satu korban meninggal dunia ditemukan pada Senin (29/12/2025), disusul temuan korban lainnya pada Minggu (4/1/2026).

Untuk mempercepat pencarian korban terakhir, aparat kepolisian bersama tim SAR mengerahkan teknologi sonar system dan drone bawah air, menyisir area perairan sekitar lokasi tenggelamnya kapal. (*/rnc)