Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia menjelaskan bahwa zat karsinogen dalam asap tembakau dapat merusak DNA dan memicu pertumbuhan sel kanker. Paparan nikotin jangka panjang juga meningkatkan risiko kanker melalui percepatan pembelahan sel dan penekanan kematian sel normal.
Selain itu, asap rokok disebut dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh terhadap Human Papillomavirus (HPV), virus utama penyebab kanker serviks. Jumlah sel darah putih pada perokok aktif maupun pasif cenderung lebih sedikit, sehingga tubuh tidak optimal melawan infeksi HPV.
Mengacu pada data American Cancer Society, perempuan perokok memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker serviks dibandingkan perempuan yang tidak merokok. Produk sampingan tembakau bahkan ditemukan dalam lendir serviks dan dapat mempercepat perkembangan kanker.
Meski demikian, Budi menegaskan bahwa saat ini layanan deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks sudah tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Kabar baiknya, kalau kamu punya faktor risiko, kamu bisa melakukan screening kanker lewat layanan cek kesehatan gratis di Puskesmas,” ujarnya.
Layanan tersebut meliputi pemeriksaan payudara klinis, ultrasonografi (USG), serta tes HPV DNA untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini.
