“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar bersama AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan berjalan optimal,” tegas Lukman.

Kemenhub juga mengimbau seluruh operator penerbangan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca, melakukan perencanaan penerbangan secara maksimal, serta mematuhi persyaratan cuaca minimum pada tahap dispatch, lepas landas, dan pendaratan sesuai standar operasional prosedur.

“Selain itu, operator penerbangan diimbau untuk mengimplementasikan ALAR (Approach and Landing Accident Reduction) Toolkit sebagai langkah pencegahan terjadinya insiden dan kecelakaan, khususnya pada fase pendekatan dan pendaratan di wilayah pegunungan maupun dalam kondisi cuaca buruk,” pungkasnya. (*/rnc)