“Kami mencermati koreksi IHSG dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2 persen. Kami perkirakan ada aksi ambil untung setelah penguatan signifikan. Saat ini IHSG mulai rebound meski masih berada di teritori negatif,” ujar Herditya, dikutip dari CNBC Indonesia.

Geopolitik Global Tambah Tekanan Pasar

Senada, Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengaitkan pelemahan IHSG dengan dinamika geopolitik global.

“Hemat saya, koreksi ini berkaitan dengan dinamika geopolitik. Selain itu, aksi profit taking di saham energi juga menjadi salah satu penyebab IHSG terkoreksi,” jelas Nafan.

Sementara itu, Analis Komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai koreksi tersebut masih dalam batas wajar.

“Saya melihat ini hanya koreksi wajar akibat aksi profit taking setelah kenaikan yang cukup besar belakangan ini. Sentimen risk off juga terbatas dari kekhawatiran perkembangan di Iran serta langkah investigasi terhadap Jerome Powell oleh Kemenkum AS,” ungkap Lukman.

Perdagangan Pendek, Pasar Fokus Inflasi AS

Sebagai catatan, pasar keuangan Indonesia hanya beroperasi empat hari pada pekan ini karena adanya libur Isra Mi’raj pada Jumat, sehingga perdagangan bursa relatif lebih singkat.