Jakarta, RakyatNTT.ID Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Pada awal sesi, IHSG naik 22,88 poin atau 0,26 persen ke level 8.956,49, mencerminkan sentimen positif investor di awal perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di posisi 8.959,09 dengan pergerakan harian berada di rentang 8.940,60 hingga 8.970,87. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai sekitar Rp16.351 triliun.

Dari sisi transaksi, volume perdagangan pada awal sesi mencapai 4,79 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,89 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sekitar 360 ribu kali. Secara keseluruhan, sebanyak 311 saham menguat, 235 saham melemah, dan 412 saham bergerak stagnan.

Aktivitas investor menunjukkan perbedaan arah antara pelaku pasar domestik dan asing. Investor domestik tercatat melakukan aksi net sell dengan nilai beli sebesar Rp25,08 triliun dan nilai jual Rp25,67 triliun.

Sebaliknya, investor asing masih membukukan net buy, dengan nilai beli mencapai Rp8,95 triliun dan nilai jual sebesar Rp8,36 triliun.

Penguatan IHSG didorong oleh mayoritas sektor saham. Sektor barang baku memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,91 persen, disusul sektor energi yang menguat 0,96 persen dan sektor perindustrian naik 0,72 persen. Selain itu, sektor non-primer, keuangan, serta properti juga bergerak di zona hijau.

Namun demikian, tekanan masih terlihat pada beberapa sektor. Sektor infrastruktur turun 0,72 persen, sektor transportasi melemah 0,22 persen, dan sektor primer terkoreksi 0,22 persen. Sementara itu, sektor kesehatan bergerak terbatas di zona merah tipis.

Top Gainers

Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan pada awal perdagangan, di antaranya Pinnacle Persada Investama (XPDV) yang melonjak 24,62 persen ke level 810, XPSG yang naik 24,42 persen ke level 535, serta XPLQ yang menguat 20,07 persen ke level 700.

Saham Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) juga melesat 24,39 persen ke level 306, sementara Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) naik 19,34 persen ke level 580.

Top Losers

Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan jual. XDIF turun 14,98 persen ke level 420, XISC melemah 13,90 persen ke level 700, XISB terkoreksi 13,64 persen ke level 57, XBLQ turun 12,09 persen ke level 451, serta GSMF melemah 8,55 persen ke level 139. (*/rnc)