Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas unggulan kopi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat pengolahan kopi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Pertiwi, Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat.
Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, pada Selasa (6/1/2025) di halaman Kantor Bupati SBD. Program ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas kelompok usaha tani dengan total nilai bantuan mencapai Rp25 juta.
Kabupaten SBD sendiri memperoleh kuota untuk dua kelompok penerima bantuan. Satu kelompok telah menerima bantuan melalui Pemerintah Provinsi, sementara satu kelompok lainnya diserahkan langsung oleh Bupati Ratu Wulla.
Adapun bantuan yang diterima KWT Pertiwi berupa sarana produksi modern, yakni satu unit mesin roasting kopi berkapasitas 5 kilogram dan satu unit kulkas satu pintu berkapasitas 89 liter. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus daya saing kopi lokal.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Ratu Wulla didampingi oleh Kepala Dinas PMD Simon Lende, Kabag Umum Christian B. Dangga, S.Kom, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Ariyanto Dangga Lomma, S.STP, serta Kepala Desa Laga Lete Bernardus B. Malo.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara optimal dan berkelanjutan. Ia berharap KWT Pertiwi tidak lagi menjual kopi dalam bentuk biji mentah, melainkan mampu mengolahnya menjadi produk jadi dengan nilai jual lebih tinggi.
“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk dan kesejahteraan kelompok,” ujar Ratu Wulla.
Menurutnya, dukungan terhadap kelompok tani perempuan merupakan langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Semoga program ini menjadi bagian dari upaya kita mewujudkan Sumba Barat Daya yang hebat, berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Dengan hadirnya mesin roasting kopi, produk kopi asal Desa Laga Lete diharapkan mampu menembus pasar lokal hingga nasional dengan kualitas dan kemasan yang lebih profesional, sekaligus menegaskan peran penting perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi di Bumi Loda Wee Maringi Pada Wee Malala. (*/rnc)
