Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara optimal dan berkelanjutan. Ia berharap KWT Pertiwi tidak lagi menjual kopi dalam bentuk biji mentah, melainkan mampu mengolahnya menjadi produk jadi dengan nilai jual lebih tinggi.
“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk dan kesejahteraan kelompok,” ujar Ratu Wulla.
Menurutnya, dukungan terhadap kelompok tani perempuan merupakan langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Semoga program ini menjadi bagian dari upaya kita mewujudkan Sumba Barat Daya yang hebat, berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Dengan hadirnya mesin roasting kopi, produk kopi asal Desa Laga Lete diharapkan mampu menembus pasar lokal hingga nasional dengan kualitas dan kemasan yang lebih profesional, sekaligus menegaskan peran penting perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi di Bumi Loda Wee Maringi Pada Wee Malala. (*/rnc)
