Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) atau Bank NTT mencatat penurunan setoran dividen ke Pemerintah Provinsi NTT tahun buku 2025. Dari target yang ditetapkan pemerintah daerah, realisasi dividen hanya mencapai Rp29,6 miliar, jauh di bawah ekspektasi.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menyebut penurunan dividen dipicu oleh tiga faktor utama, yakni perlambatan pertumbuhan kredit, penurunan kualitas kredit, serta pembebanan biaya yang sebelumnya belum tercatat dalam laporan keuangan.
“Pendapatan tidak mencapai target karena kredit baru tumbuh di akhir tahun, sekitar Oktober sampai Desember. Setelah Mei, terjadi ketidakpastian manajemen sehingga fokus bisnis melambat,” kata Charlie usai pertemuan dengan Komisi IlII DPRD NTT di Kantor DPRD NTT, Rabu (21/1/2026).
Charlie Paulus menjelaskan, sejumlah kredit mengalami penurunan kualitas sehingga bank wajib menambah cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya beban biaya Bank NTT.
Selain itu, manajemen baru juga melakukan pembukuan terhadap sejumlah kewajiban yang sebelumnya belum dicatat dalam laporan keuangan. Salah satunya adalah utang kepada Jamkrindo sebesar Rp7,3 miliar, serta pencadangan kewajiban pajak.
