Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Situasi yang kian tidak kondusif membuat sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama petugas pengamanan membawa Bupati Yoseph Badeoda keluar dari ruang paripurna. Bupati kemudian meninggalkan Gedung DPRD Ende menggunakan kendaraan dinas.
Kericuhan tersebut memicu protes dari sejumlah anggota DPRD. Wakil Ketua DPRD Ende, Yanus Waro, yang memimpin jalannya sidang, menyebut dinamika tersebut sebagai hal biasa dalam rapat paripurna. Namun, ia menyayangkan tindakan sejumlah ASN yang mengamankan Bupati keluar dari ruang sidang.
“Kami sangat menyayangkan sikap beberapa ASN yang menggiring Bupati meninggalkan ruang paripurna. Demi menjaga marwah DPRD, hal ini akan kami laporkan ke pihak berwajib. Pengamanan seharusnya dilakukan oleh Satpol PP atau aparat kepolisian,” tegas Yanus.
Meski sempat ricuh, rapat paripurna tetap dilanjutkan. Dalam pembahasan lanjutan, empat fraksi—NasDem, Golkar, PSI, dan PKB—sepakat menggunakan hak angket. Sementara itu, Fraksi Hanura dan Demokrat memilih abstain, sedangkan Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gabungan mengusulkan penjadwalan ulang rapat interpelasi.
Saat dikonfirmasi terpisah, Bupati Yoseph Badeoda menjelaskan bahwa dirinya meninggalkan ruang sidang karena situasi sudah tidak kondusif dan mekanisme sidang dinilai tidak berjalan sesuai agenda.
