Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Pengusaha sukses asal Timor, Ir. Fransiscus Go, SH, baru-baru ini mendapatkan Pos Kupang Award 2025. Frans Go, sapaannya, dianugerahi penghargaan karena dinilai sebagai tokoh masyarakat Nusa Tenggara Timur pelopor pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Atas pemberian penghargaan tersebut, ini komentar Frans Go yang disampaikan ke RakyatNTT.ID, Rabu (17/12/2025). Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada Pos Kupang atas penghargaan Pos Kupang Award 2025 ini. Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar kehormatan pribadi, tetapi pengingat bahwa kerja-kerja kecil yang konsisten untuk daerah tetap memiliki arti.
Sebagai putra Nusa Tenggara Timur, saya selalu percaya, bahwa NTT bukan hanya tempat asal, tetapi rumah. Tempat kita tumbuh, belajar, dan menaruh harapan. Karena itu, membangun NTT tidak harus dimulai dari rencana besar yang rumit, tetapi dari hal paling mendasar: menguatkan ekonomi keluarga. Ekonomi keluarga yang kuat adalah fondasi masyarakat yang kuat. Ketika dapur bisa mengepul, anak bisa sekolah, dan keluarga tidak hidup dalam kecemasan, di situlah martabat tumbuh.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah seperti sekarang, kita perlu semakin bijak. Salah satunya dengan menghindari ketergantungan pada pinjaman harian atau koperasi berbunga tinggi yang justru menjerat dan melemahkan keluarga. Jalan yang lebih sehat adalah membangun usaha kecil, mengelola UMKM dengan disiplin, dan saling menguatkan dalam komunitas.
UMKM bukan sekadar usaha mencari untung. UMKM adalah jalan kemandirian. Jalan agar masyarakat tidak terus bergantung, tetapi bisa berdiri di atas kaki sendiri, dengan percaya diri dan terhormat.
Inilah yang kami coba dorong melalui berbagai inisiatif pemberdayaan, termasuk melalui Yayasan Felix Maria Go dan pendampingan masyarakat di Kampung Maumolo. Prinsipnya sederhana: Tumhiho—tumbuh mandiri, hidup terhormat. Bukan menunggu bantuan, tetapi mengolah potensi yang ada, sedikit demi sedikit, dengan kerja keras dan kejujuran.
Saya percaya, gerakan seperti ini bisa dilakukan oleh siapa pun. Tidak harus menunggu jabatan tinggi atau sumber daya besar. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk peduli, kemauan untuk mendampingi, dan kemauan untuk bergerak nyata.
Pada kesempatan ini, saya juga menyampaikan terima kasih kepada para pegiat UMKM dan rekan-rekan yang selama ini berjalan bersama: Mba Hilmi influncer penggerak UMKM, Mba Yarni Nabuasa atau Mba Yaya pegiat Komunitas Gejala sekaligus pemilik produk Sambel Aset, Mas Garry Rudolf Liu Koordinator Bedah UMKM Fransiscus Go, Bang Irwan Koordinator Kelompok Tani Fransiscus Go di Manggarai, Peter Salim Pegiat Petani Muda di Media Sosial, pengurus YFMG, dan semua pihak yang bekerja dalam sunyi untuk membangun ekonomi rakyat. Kerja-kerja inilah yang menjadi fondasi sejati pembangunan.
Akhir kata, terima kasih kepada Pos Kupang atas penghargaan ini. Semoga penghargaan ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa membangun daerah bukan soal besar kecilnya janji, tetapi tentang langkah yang konsisten dan keberpihakan yang nyata. (*/rnc14)
