Dari sisi aktivitas investor, investor domestik tercatat mendominasi aksi jual dengan nilai Rp18 triliun, sementara aksi beli mencapai Rp15,5 triliun. Di sisi lain, investor asing membukukan aksi beli sebesar Rp6,34 triliun, berbanding dengan aksi jual Rp3,89 triliun, sehingga mencatatkan net buy sepanjang perdagangan.

Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk jajaran top gainers, di antaranya Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) yang melonjak 34,43 persen ke level 252, Sinarmas Asset Management menguat 34,48 persen ke level 117, Ciptadana Asset Management naik 33,8 persen ke level 95, Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) melonjak 30 persen ke level 156, serta Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) yang menguat 27,96 persen ke level 119.

Sementara itu, jajaran top losers dipimpin oleh Mustika Ratu Tbk (MRAT) yang tertekan 14,81 persen ke level 575, diikuti Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) turun 14,74 persen ke level 665, Ulima Nitra Tbk (UNIQ) melemah 14,69 persen ke level 418, Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) turun 14,62 persen ke level 555, serta Grand House Mulia Tbk (HOMI) yang terkoreksi 14,47 persen ke level 680.

Penguatan IHSG pada akhir tahun ini mencerminkan sentimen positif pasar, seiring meningkatnya minat investor dan kinerja solid sejumlah sektor utama di Bursa Efek Indonesia. (*/rnc)