“Kehidupan masyarakat NTT tidak terlepas dari pendekatan spiritual, agama, dan adat yang berjalan seiring dengan upaya teknis dan ilmiah. Dengan doa dan kearifan lokal, kita berharap ada jalan yang terbuka untuk membantu tugas mulia Tim SAR,” tambahnya.

Pada Selasa (31/12/2025), Gubernur Melki bersama Deputi Operasi Basarnas Mayjen TNI Edy Prakoso, Tim SAR Gabungan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta tokoh adat dan tokoh agama, turun langsung ke lokasi tenggelamnya kapal di perairan Pulau Padar.

Di lokasi tersebut dilaksanakan doa bersama dan ritual adat sebagai bagian dari ikhtiar kemanusiaan untuk membantu proses pencarian korban yang masih hilang.

Iklan

“Pendekatan spiritual, agama, dan adat adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat NTT. Dengan doa dan kearifan lokal, kita berharap proses pencarian diberikan kemudahan dan hasil terbaik,” ungkap Gubernur.

Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mewakili Presiden dan seluruh jajaran pemerintah, Gubernur Melki menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut serta menegaskan bahwa pemerintah hadir sepenuhnya mendukung proses pencarian hingga tuntas.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, relawan, dan seluruh pihak yang tanpa lelah bekerja di lapangan.