Kupang, RakyatNTT.ID – Aktivis 98 Resolution Network yang menggagas Gerakan Warga Peduli Warga, kembali melakukan aksi sosial jelang Natal 2025. Lewat program Tali Kasih Natal, jaringan aktivis 98 berkolaborasi dengan Pemuda Katolik menyalurkan 2.000 paket sembako di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang bersumber dari bantuan dua BUMN yakni Angkasa Pura Indonesia dan Nindya Karya.

Penyaluran paket Natal di Kupang terpusat di Istana Keuskupan Agung Kupang, Yayasan Alfa Omega, serta di sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Kupang.

Perwakilan 98 Resolution Network yang juga Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia, Yosef Sampurna Nggarang mengatakan bahwa program Tali Kasih Natal yang menyasar kaum rentan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara aktivis, masyarakat, dan pemerintah dalam menguatkan solidaritas nasional jelang perayaan Natal 2025.

“Aksi ini merupakan pelaksanaan dari semboyan yang sering digaungkan 98 Resolution Network yakni gotong royong, warga peduli warga. Bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi terpenting adalah kita bersama-sama pemerintah, saling peduli dan saling membantu untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat, terlebih mereka yang masuk kategori rentan,” ujar pria yang akrab disapa Yos Nggarang.

Menurut Yos Nggarang, penyaluran bantuan dilakukan serentak di sejumlah daerah di Indonesia pada Sabtu (20/12/025). Distribusi skala besar terjadi di wilayah timur Indonesia. Di Kota Ambon disalurkan 3.000 paket, di Kupang 2.000 paket, di Langowan, Sulawesi Utara sebanyak 2.000 paket Banpres. Sedangkan di wilayah Jabodetabek sebanyak 1.000 paket.

Sementara General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman dalam sambutan menyebut bahwa program Tali Kasih Natal yang digagas 98 Resolution Network sejalan dengan program tanggung jawab sosial dan lingkungan PT Angkasa Pura Indonesia.

“Semoga 1.000 paket Natal yang kami sediakan ini bisa bermanfaat buat keluarga penerima bantuan. Dan semoga program seperti ini tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Teguh Darmawan Saiman pada kesempatan itu juga meminta dukungan masyarakat NTT karena Bandara El Tari kembali berstatus sebagai bandara internasional.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta mendukung program pemerintah,” tegasnya.

Sejalan dengan Tema Natal

Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Kupang, Romo Krispinus Saku, Pr menyebut tema Natal tahun ini yakni Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga. Dengan demikian, aksi 98 Resolution Network yang didukung Angkasa Pura Indonesia dan Nindya Karya, sejalan dengan tema Natal. Sebab kasih Allah tidak dihadirkan dalam sebuah pewartaan yang basa-basi tanpa makna, tapi lewat aksi nyata.

“Bapak Uskup senang karena aula istana ini dipakai untuk kegiatan kemasyarakatan yang memberdayakan tanpa sekat. Kebersamaan ini adalah wujud kasih Allah yang menyelamatkan keluarga,” kata Romo Vikjen.

Selain menghadirkan kasih Allah, menurut Romo Vikjen, aksi ini juga wujud perdamaian dan persaudaraan nyata serta cerminan dari keterbukaan yang universal.

“Kita bisa bertemu di sini karena ada damai di hati. Ini juga adalah tanda iman yang hidup. Mari kita terus menghadirkan damai dan persaudaraan untuk menghidupi iman dengan berbagi rasa dan berbagi suka cita,” ungkap Romo Vikjen.

Kepercayaan Besar untuk Pemuda Katolik

Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuvensius Tukung mengaku berbangga karena organisasinya mendapatkan kepercayaan besar untuk menyalurkan 2.000 paket Natal.

“Menjadi penghubung dan penyalur bantuan ini, tentu sebuah kepercayaan yang mahal untuk kami. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan ini demi karya-karya yang lebih besar ke depannya,” ujar mantan anggota DPRD Kota Kupang dua periode itu.

Menurut Yuven Tukung, penyaluran paket Natal menyasar keluarga rentan yang selama ini jauh dari akses bantuan, khususnya mereka yang tinggal di pinggiran kota.

“Total ada 2.000 paket Natal. 1.000 paket dari Angkasa Pura Indonesia dan 1.000 paket dari Nindya Karya. Pemuda Katolik menyalurkan lebih dari 1.000 paket. Di sini (Istana Keuskupan Agung Kupang, red) kita salurkan 526 paket, Kapela Haukoto 274 paket. Kami juga sudah distribusikan ratusan paket ke Kapela Baun, Kapela Noelsinas, Usapi dan Soba. Sementara Sinode GMIT melalui Yayasan Alfa Omega teman-teman GAMKI menyalurkan 700 paket,” pungkas Yuven Tukung. (rnc)