Kupang, RakyatNTT.ID Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring prakiraan cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di NTT.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa edukasi dan langkah mitigasi kepada masyarakat terus diperkuat guna meminimalisir risiko korban jiwa maupun kerugian materiil.

Polda NTT mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan memahami langkah-langkah penyelamatan diri. Kesiapsiagaan sangat penting agar masyarakat tidak panik saat menghadapi cuaca ekstrem,” ujar Kombes Pol Henry di Mapolda NTT, Sabtu (20/12/2025).

Ia mengingatkan warga untuk menghindari lokasi berbahaya saat terjadi angin kencang, seperti berteduh di bawah pohon tua, baliho, maupun berada di sekitar tiang listrik. Selain itu, masyarakat juga diminta memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan cepat.

Polda NTT turut mendorong masyarakat untuk menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan penting sebagai langkah antisipasi dini menghadapi kondisi darurat.

Upaya edukasi juga dilakukan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, termasuk bahasa daerah, agar pesan keselamatan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat secara efektif.

“Kami mendorong agar pesan-pesan keselamatan disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, termasuk bahasa daerah, supaya lebih mudah dipahami,” tambahnya.

Selain itu, Kabid Humas Polda NTT menekankan pentingnya literasi informasi di tengah maraknya penyebaran hoaks, khususnya konten bencana di media sosial. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Jika menemukan informasi yang meragukan, segera cek kebenarannya melalui sumber resmi. Polri juga terus melakukan patroli siber untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan,” tegasnya.

Kombes Pol Henry memastikan, Polri bersama instansi terkait siap hadir di tengah masyarakat apabila terjadi bencana, mulai dari evakuasi, pengamanan wilayah, hingga penyaluran bantuan kemanusiaan.

“Dengan tetap tenang, waspada, dan saling membantu, kita dapat bersama-sama menghadapi potensi bencana ini,” pungkasnya. (*/rnc)