Upaya edukasi juga dilakukan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, termasuk bahasa daerah, agar pesan keselamatan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat secara efektif.

“Kami mendorong agar pesan-pesan keselamatan disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, termasuk bahasa daerah, supaya lebih mudah dipahami,” tambahnya.

Selain itu, Kabid Humas Polda NTT menekankan pentingnya literasi informasi di tengah maraknya penyebaran hoaks, khususnya konten bencana di media sosial. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Jika menemukan informasi yang meragukan, segera cek kebenarannya melalui sumber resmi. Polri juga terus melakukan patroli siber untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan,” tegasnya.

Kombes Pol Henry memastikan, Polri bersama instansi terkait siap hadir di tengah masyarakat apabila terjadi bencana, mulai dari evakuasi, pengamanan wilayah, hingga penyaluran bantuan kemanusiaan.

“Dengan tetap tenang, waspada, dan saling membantu, kita dapat bersama-sama menghadapi potensi bencana ini,” pungkasnya. (*/rnc)