Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya ajang pertunjukan, tetapi juga simbol bahwa Kota SoE adalah tempat yang nyaman, indah, bersahabat, dan penuh potensi.
“Pemuda GMIT harus bangkit, harus menjadi contoh perubahan untuk menjaga kota ini. Mujizat Tuhan pernah terjadi di kota ini — air berubah menjadi anggur,” tegasnya.
Eduard berharap festival ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya gereja atau panitia, tetapi juga pemerintah, pelaku UMKM, pencinta musik, serta seluruh masyarakat TTS.
Dorong Wisata Rohani dan Investasi Daerah
Bupati Eduard menekankan bahwa penyelenggaraan festival seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah, terutama dalam peningkatan wisata rohani dan potensi investasi pariwisata.
“Harapan kita, festival musik gereja pemuda Klasis SoE ini benar-benar menjadi milik masyarakat dan berdampak positif bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Apresiasi dari Ketua Klasis SoE
Ketua Klasis SoE, Pdt. Ketlyn Biaf Radja, juga menyampaikan terima kasih kepada Pemda TTS dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pemuda GMIT menyadari bahwa setiap kita memiliki talenta yang Tuhan berikan. Tinggal bagaimana kita mengembangkannya,” ujarnya.
Bupati Kunjungi Stand Kreatif Pemuda
Usai membuka festival, Bupati TTS meninjau satu per satu stand pameran kreativitas pemuda GMIT. Ia tampak antusias melihat berbagai produk, mulai dari kerajinan tangan hingga makanan dan minuman.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

