“Isu krusial mengenai kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan di Undana juga tidak luput dari perhatian, terutama terkait take home pay yang masih di kisaran enam jutaan rupiah,” jelas Prof. Malki.

Ia menegaskan bahwa strategi peningkatan riset yang terintegrasi dengan penguatan keuangan dan optimalisasi pendapatan non-akademik telah menjadi bagian penting dari rencana kerjanya.

Filosofi ‘Air Mengalir’ untuk Harmoni Lembaga

Dalam menghadapi ketatnya proses seleksi, Prof. Malkisedek Taneo turut menegaskan filosofi pribadinya: menjalani proses dengan tenang, penuh sukacita, dan tanpa ambisi berlebihan—diibaratkan sebagai “air mengalir”.

Menurutnya, harmonisasi internal Undana merupakan aspek terpenting untuk menjaga kestabilan lembaga.

“Siapapun nanti yang menjadi rektor, hubungan persaudaraan harus tetap menjadi kekuatan besar untuk membangun Undana. Setiap orang punya potensi yang Tuhan sudah berikan, tinggal kita identifikasi dan dorong bersama,” ujarnya.

Prof. Malki berharap tahapan akhir seleksi dapat berjalan lancar dan cepat demi kepentingan institusi.

“Yang paling penting adalah kemajuan dan kejayaan Undana. Semakin cepat selesai, semakin baik untuk kampus, bukan untuk saya,” pungkasnya. (*/rnc)