Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Gubernur The Fed Stephen Miran menilai kebijakan moneter AS saat ini masih terlalu ketat, dan memperkirakan inflasi sektor perumahan yang mulai mereda dapat menurunkan tekanan harga.
Namun, Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic menyatakan preferensinya untuk mempertahankan suku bunga tinggi hingga ada bukti kuat bahwa inflasi benar-benar turun ke target 2 persen.
Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga ini membuat investor global bersikap hati-hati terhadap aset berisiko, termasuk mata uang emerging market seperti rupiah.
Ketegangan Geopolitik Eropa Ikut Menambah Tekanan
Dari kawasan Eropa, situasi geopolitik juga turut memberi tekanan terhadap pasar keuangan global.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut Moskow menyadari adanya persiapan militer oleh negara-negara NATO untuk kemungkinan konfrontasi langsung dengan Rusia.
Peskov bahkan sependapat dengan Presiden Serbia Aleksandar Vucic, yang menilai militerisasi Eropa yang cepat membuat risiko perang langsung antara Rusia dan NATO semakin besar.
Faktor Domestik: Target Defisit APBN 2026
Dari dalam negeri, pemerintah menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 2,68% dari PDB.
Namun, angka ini dinilai berada di atas batas aman 2,45%–2,53%, sebagaimana target kinerja Kementerian Keuangan 2025–2029.
