Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua menyambut positif kunjungan kerja Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT yang berlangsung pada Rabu, 12 November 2025.
Pertemuan yang digelar di ruang kerja Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, bertujuan memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana di daerah tersebut.
Pertemuan turut dihadiri Asisten I Sekda Sabu Raijua dan Kepala Dinas Kesehatan. Fokus pembahasan meliputi integrasi pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi sebagai prioritas utama BKKBN.
Tantangan Program KB dan Peran Strategis Penyuluh
Dalam pemaparan, Kepala Perwakilan BKKBN NTT menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi Sabu Raijua, seperti tingginya angka kelahiran, rendahnya penggunaan alat kontrasepsi, serta minimnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya KB dan kesehatan reproduksi.
“Peran penyuluh KB sangat strategis untuk mengedukasi masyarakat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa perencanaan keluarga tidak hanya menyangkut kesehatan reproduksi, tetapi juga menyentuh aspek pengasuhan, kondisi ekonomi keluarga, dan perencanaan jumlah anak untuk menciptakan keluarga berkualitas.
Penurunan Stunting Capai Kemajuan Signifikan
BKKBN memberikan apresiasi atas capaian Pemkab Sabu Raijua dalam menurunkan angka stunting dari 36% menjadi 20%. Penurunan ini dianggap sebagai bukti nyata kolaborasi lintas sektor, termasuk program pola asuh orang tua serta sosialisasi masif dari Dinas Kesehatan.
Untuk mempercepat penurunan stunting, BKKBN terus mengawal program Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu bersalin, dan balita.
Insentif bagi Daerah Berkinerja Baik
Kepala Perwakilan BKKBN NTT menjelaskan bahwa Sabu Raijua telah memenuhi 23 dari 30 indikator pembangunan kependudukan berkualitas. Saat ini, daerah tengah menyusun Rencana Aksi Pembangunan Kependudukan (PJPK) yang ditargetkan rampung pada Desember 2025.
“Hasil PJPK akan dipantau oleh Kementerian Dalam Negeri. Daerah yang berkinerja optimal berhak menerima insentif khusus,” ungkapnya.
Dukungan Penuh Pemkab Sabu Raijua
Wakil Bupati Thobias Uly menyampaikan apresiasi dan komitmen penuh untuk mendukung seluruh program BKKBN.
“Pemda siap berkolaborasi dan memastikan seluruh perangkat daerah mendukung pelaksanaan program. Jika ada kendala, kami akan turun langsung membantu,” ujarnya.
Peninjauan Lokasi Revitalisasi Tambak Garam
Usai pertemuan, Wakil Bupati bersama Sekda dan Asisten I meninjau tambak garam seluas 12 hektar di Kolouju, Desa Menia, yang baru direvitalisasi. Pembatas tambak kini menggunakan bata ringan menggantikan kayu, sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.
Kunjungan ini menegaskan bahwa Pemkab Sabu Raijua tidak hanya fokus pada sektor kesehatan, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal. (*/rnc)
