Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID — Komitmen mewujudkan politik inklusif terus ditunjukkan oleh DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Jumat (28/11/2025), partai berlambang rajawali biru itu menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Politik bagi Penyandang Disabilitas yang berlangsung di Sekretariat DPW Perindo NTT, Jalan Frans Seda, Fatululi, Kota Kupang.
Acara ini menjadi ruang edukasi sekaligus dialog terbuka antara partai politik dan komunitas disabilitas untuk memperkuat pemahaman serta keterlibatan mereka dalam proses demokrasi.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 Wita tersebut menghadirkan peserta dari berbagai komunitas disabilitas di Kota Kupang dan sekitarnya. Mereka berasal dari Persani NTT, Permata NTT, Pertuni NTT dan Pertuni Kota Kupang, Komunitas Tuli Kupang, Himpunan Wanita Disabilitas NTT, serta Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Garamin) NTT. Setiap komunitas hadir bersama para pendamping, memastikan kegiatan berlangsung inklusif dan mudah diakses.
Tiga pemateri utama memberikan materi inti terkait hak-hak politik bagi penyandang disabilitas, yaitu Ketua DPW Partai Perindo NTT Simson A. Lawa, Sekretaris DPW Partai Perindo NTT Arieston Dappa, dan Wakil Ketua II DPW Partai Perindo NTT Yosafat Koli.
Mereka menekankan pentingnya akses setara bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas, untuk memperoleh pendidikan politik, berpartisipasi dalam pemilu, hingga terlibat dalam proses pengambilan keputusan publik.
Perindo NTT Perkuat Edukasi Hak-Hak Politik Disabilitas
Dalam paparannya, Ketua DPW Partai Perindo NTT, Simson A. Lawa menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan berhak mendapatkan akses informasi politik yang memadai. Ia menggarisbawahi bahwa keterlibatan politik mereka bukan hanya hak, tetapi bagian dari upaya membangun demokrasi yang lebih berkeadilan.
“Penyandang disabilitas memiliki hak untuk mengetahui, memahami, dan menentukan pilihan politiknya tanpa hambatan. Kita semua memiliki tanggung jawab memastikan mereka dapat menggunakan hak tersebut secara penuh,” ujar Simson dalam sesi penyampaian materi.
Menurutnya, partai politik merupakan salah satu elemen penting dalam memastikan inklusivitas politik berjalan secara nyata. Perindo NTT, kata Simson, tidak ingin penyandang disabilitas hanya menjadi objek politik, tetapi menjadi subjek yang ikut menentukan arah pembangunan.
Sementara itu, Sekretaris DPW Perindo NTT, Arieston Dappa, menekankan bahwa pendidikan politik merupakan langkah awal untuk membuka ruang lebih besar bagi partisipasi kelompok disabilitas. Ia menjelaskan berbagai aturan perundangan yang menjamin hak politik penyandang disabilitas, termasuk hak memilih dan dipilih, hak mendapatkan informasi, serta hak untuk memperoleh fasilitas yang memudahkan mereka berpartisipasi dalam pemilu.
Masukan Penting kepada Perindo NTT
Penyandang disabilitas diberi kesempatan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dalam konteks politik dan pemerintahan. Perwakilan komunitas disabilitas menyampaikan bahwa masih banyak anggota mereka yang belum terdata secara resmi. Hal ini menyebabkan akses mereka terhadap program pemerintah, termasuk hak politik saat pemilu, menjadi terhambat.
Komitmen Wujudkan Demokrasi yang Lebih Inklusif
Ketua II DPW Perindo NTT, Yosafat Koli, menegaskan bahwa masukan dari komunitas disabilitas akan menjadi bahan penting untuk penyusunan program partai ke depan. Ia menilai bahwa politik inklusif harus dimulai dari pendengaran yang baik terhadap kelompok rentan.
“Demokrasi yang ideal adalah demokrasi yang mendengarkan semua suara, tanpa terkecuali. Masukan hari ini sangat berharga untuk kami perjuangkan bersama,” ujarnya.
Perindo NTT, tambah Yosafat, juga berencana mengadakan kegiatan serupa secara berkala, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan demikian, ruang literasi politik bagi penyandang disabilitas semakin terbuka luas.
Hadirkan Suasana Akrab dan Kebersamaan
Kegiatan pendidikan politik ini tidak hanya berlangsung formal, tetapi juga hangat dan penuh kebersamaan. Setelah sesi materi dan diskusi selesai, acara ditutup dengan santap siang bersama antara peserta, pendamping, dan jajaran DPW Perindo NTT. Momen ini dimanfaatkan untuk membangun relasi yang lebih dekat, sekaligus memperkuat komitmen partai dalam mendukung kelompok disabilitas.
Peserta menyambut baik kegiatan ini dan berharap lebih banyak program serupa di masa mendatang. Mereka menilai Perindo NTT telah menunjukkan itikad baik untuk hadir dan mendengar secara langsung kebutuhan mereka.
Langkah Penting Menuju Inklusi yang Sesungguhnya
Kegiatan ini mencerminkan langkah nyata DPW Perindo NTT dalam mendorong politik inklusif di wilayah Nusa Tenggara Timur. Pendidikan politik bagi penyandang disabilitas menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh elemen masyarakat memiliki kesempatan setara dalam menentukan masa depan bangsa.
Dengan adanya dialog langsung antara partai politik dan komunitas disabilitas, diharapkan muncul kebijakan yang lebih responsif serta sistem politik yang semakin terbuka bagi semua kelompok masyarakat, tanpa kecuali.
DPW Partai Perindo NTT menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang edukasi, aspirasi, dan kolaborasi dengan komunitas disabilitas. Upaya ini bukan hanya memperkuat demokrasi lokal, tetapi juga mencerminkan penghargaan terhadap keberagaman dan hak asasi manusia. Kegiatan seperti ini juga merupakan program utama DPP Partai Perindo yang dilaksanakan di seluruh daerah. (rnc)
