Kupang, RakyatNTT.ID – Narasi yang dibangun Pimpinan Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go, agar masyarakat NTT tumbuh mandiri dan hidup terhormat (TUMHIHO), tanpa perlu berharap dan bergantung pada bantuan, kembali mendapat dukungan. Setelah diapresiasi dosen pertanian Politani Negeri Kupang, kali ini dukungan disampaikan Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo.

Sang bupati tidak hanya mendukung, tapi juga melontarkan pujian atas dedikasi Fransiscus Go melalui yayasannya yang telah memberdayakan masyarakat di Kampung Maumolo, TTU. “Model pemberdayaan seperti ini terbilang pertama di Kabupaten Timor Tengah Utara, dan pemerintah mengapresiasi kepedulian Bapak Fransiscus Go,” ujar Bupati Falen, sapaannya.

Dia menandaskan, keberhasilan pendampingan kepada masyarakat yang dilakukan YFMG di Kampung Maumolo sampai saat ini, sangat ditentukan keteguhan dalam menjalankan tujuan yang telah ditetapkan. “Faktor kunci dari kegiatan ini adalah konsisten mengikuti tujuan,” tambah Bupati Falen seraya menjelaskan, konsistensi yang dimaksud menjadi inti dari keberhasilan program TUMHIHO, dan memastikan setiap kegiatan berorientasi pada hasil jangka panjang, bukan sekadar proyek sesaat.

Menanggapi pernyataan Bupati Falen sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, Fransiscus Go mengatakan, Yayasan Felix Maria Go berencana memperluas inisiatif serupa ke desa-desa lain di Timor Tengah Utara. “Jika berkelanjutan, Maumolo berpotensi menjadi model inspiratif pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Timur, sebuah bukti bahwa kemandirian dan kehormatan dapat tumbuh dari desa yang dulu kekeringan, kini menebar harapan,” tandas Fransiscus Go, Selasa (11/11/2025).

Sekadar tahu, Desa Maumolo, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tengga Timur, kini tak lagi kekeringan, dan lahan pertaniannya kembali produkif. Perubahan tersebut terjadi, setelah Desa Maumolo mendapat pendampingan dari Yayasan Felix Maria Go (YMFG).

Fransiscus Go menerapkan konsep “Tumbuh Mandiri, Hidup Terhormat” bersama masyarakat Desa Maumolo untuk bangkit dari krisis air dan keterbatasan ekonomi. Konsep TUMHIHO menekankan kemandirian warga desa, dengan cara memperkuat potensi lokal dan memperbaiki akses dasar kehidupan.

Salah satu upaya yang dilakukan YFMG adalah pembuatan sumur bor di beberapa titik strategis, agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Air lalu dialirkan ke rumah-rumah warga dan lahan pertanian, sehingga sekarang kembali produktif. Program ini diikuti pelatihan menanam sayur organik, pendampingan ekonomi keluarga, serta kegiatan sosial seperti literasi anak dan pelatihan memasak untuk ibu rumah tangga.

Fransiscus Go mengatakan, gerakan ini berangkat dari kesadaran bahwa kemajuan bangsa dimulai dari desa. “Kami ingin masyarakat belajar menolong dirinya sendiri. Ketika air tersedia dan kemampuan menanam dipulihkan, maka tumbuhlah rasa percaya diri untuk hidup mandiri dan bermartabat. Saya percaya, setiap manusia telah dibekali Tuhan dengan modal untuk hidup layak dan bermartabat akal, tenaga, dan tanah. Dengan tiga hal sederhana itu, warga Maumolo diajak untuk bangkit dan memulai langkah baru,” pungkas Fransiscus Go. (rnc)