Tambolaka, RakyatNTT.ID Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal.

Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, secara resmi menyerahkan bantuan alat musik tradisional kepada sembilan sekolah serta meresmikan program revitalisasi 13 kampung adat. Kegiatan ini digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD pada Senin, 17 November 2025.

Dorong Pembelajaran Musik Tradisional di Sekolah

Penyerahan alat musik tradisional kepada sembilan sekolah—mulai dari tingkat dasar hingga menengah—dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya lokal. Langkah ini sekaligus mendorong integrasi pembelajaran musik tradisional secara lebih intensif di sekolah.

“Alat musik tradisional ini adalah jantung budaya kita. Dengan fasilitas di sekolah, kita memastikan generasi muda tidak hanya mengenalnya, tetapi juga mampu memainkannya dan melestarikannya,” ujar Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla.

Jenis alat musik yang diberikan antara lain gong, tambur, serta beberapa instrumen khas Sumba lainnya yang kerap digunakan dalam upacara adat dan kesenian lokal.

Revitalisasi 13 Kampung Adat

Selain sektor pendidikan, Pemkab SBD juga memberikan perhatian besar pada infrastruktur budaya melalui program revitalisasi 13 kampung adat. Program ini bertujuan menjaga ketahanan fisik serta nilai spiritual rumah adat yang menjadi pusat kehidupan masyarakat.

Revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembenahan bangunan, tetapi juga penataan lingkungan dengan tetap menjunjung tinggi nilai kearifan lokal. Upaya ini mencakup:

  • Perbaikan struktur rumah adat (Uma Mbatangu)
  • Pemulihan atap alang-alang dan kayu penyangga
  • Penataan area upacara, termasuk kawasan perkuburan megalitik di pusat kampung

Dukung Pariwisata dan Pelestarian Tradisi

Bupati berharap program ganda ini dapat menjadi pemicu perkembangan daerah. Revitalisasi kampung adat diyakini akan mendorong kemajuan pariwisata berbasis budaya, sementara penyediaan alat musik tradisional memastikan keberlanjutan tradisi bagi generasi mendatang.

“Ini adalah langkah penting untuk menjaga identitas SBD sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pariwisata budaya,” tegasnya. (*/rnc)