Ketika kadar oksida nitrat menurun:

  • Terjadi peningkatan oksidasi dan peradangan dalam tubuh
  • Metabolisme melambat, aliran darah terganggu
  • Enzim pemecah lemak menjadi kurang aktif

Kondisi ini menyebabkan peningkatan risiko kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi — tiga pemicu utama penyakit jantung kronis.

Olahraga Saja Tidak Cukup

Banyak orang berpikir bahwa olahraga intens selama satu jam sehari sudah cukup untuk menebus waktu duduk panjang.

Namun, Dr. Doss menegaskan bahwa olahraga tidak sepenuhnya mengimbangi efek negatif duduk berjam-jam.

“Individu yang berolahraga lebih dari 150 menit per minggu tetap memiliki risiko kardiovaskular tinggi jika mereka duduk lama tanpa jeda,” jelasnya.

Solusi: Bergerak dan Istirahat Secara Teratur

Para ahli sepakat bahwa kunci menjaga kesehatan jantung bukan hanya olahraga berat, tetapi aktivitas ringan dan konsisten sepanjang hari.

Dr. Shah menyarankan peningkatan NEAT (Non-Exercise Activity Thermogenesis) — yaitu aktivitas fisik ringan seperti berjalan, berdiri, dan peregangan.

NEAT membantu meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah dan kadar kortisol, serta mengurangi peradangan dalam tubuh.

“Lakukan peregangan dua menit setiap 30–60 menit saat bekerja di depan layar,” sarannya.

Kesimpulan: Langkah Kecil, Dampak Besar

Kesehatan jantung tidak hanya bergantung pada olahraga dan diet, tetapi juga pada kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten setiap hari.