Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Perkembangannya cukup menarik. Rata-rata realisasi penyaluran sudah tinggi. Mandiri 74 persen, BRI 62 persen, BNI 50 persen, BTN 19 persen, dan BSI 55 persen. Ini diharapkan terus berlanjut,” jelas Febrio.
Ia menambahkan, sejumlah bank pelat merah kini bahkan bersiap mengajukan tambahan dana setelah melihat dampak positif dari kebijakan tersebut.
“Awalnya mereka ragu, bilang ‘Pak, jangan dipaksa’. Tapi setelah dikasih, jalan tuh. Sekarang malah minta tambah,” katanya sambil tersenyum.
Pemerintah Minta Pengawasan Ketat
Meski optimistis, Febrio mengingatkan agar bank penerima tidak sembarangan menyalurkan kredit. Pemerintah meminta agar penggunaan dana dilaporkan secara rutin setiap bulan.
“Komunikasi kita dengan perbankan cukup baik. Mereka paham bahwa walaupun dana ini sifatnya on call, tetap bisa digunakan untuk sektor riil tanpa risiko signifikan,” pungkasnya.
Kebijakan penempatan dana ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional sekaligus memperkuat peran perbankan daerah dalam mendukung pembiayaan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia. (*/rnc)
