Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kondisi global yang belum pasti ini membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk mata uang emerging market seperti rupiah,” tambah Ibrahim.
Faktor Domestik: Dampak BLT Kesra Rp30 Triliun
Dari dalam negeri, sentimen datang dari kebijakan stimulus ekonomi pemerintah melalui program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp30 triliun. Dana ini akan disalurkan kepada 35 juta keluarga penerima manfaat selama Oktober–Desember 2025.
Namun menurut Ibrahim, dampak kebijakan ini masih bersifat jangka pendek terhadap penguatan rupiah.
“Program berbasis konsumsi seperti BLT hanya memberi dorongan sementara. Untuk memperkuat ekonomi secara berkelanjutan, pemerintah perlu memperbesar porsi kebijakan ekspor, investasi, dan peningkatan SDM,” ujarnya.
Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor global dan domestik, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi melemah di kisaran Rp16.570–Rp16.600 per dolar AS pada perdagangan Selasa (21/10/2025).
“Selama tekanan dari dolar AS masih tinggi dan ketidakpastian global belum mereda, rupiah kemungkinan belum mampu menembus level penguatan signifikan,” kata Ibrahim.
