Kupang, RakyatNTT.ID Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali-Nusa Tenggara (Nusra) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar forum strategis bertema “Sosialisasi Pengelolaan Sampah, Keanekaragaman Hayati, dan Pemantauan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)” di Hotel Kristal Kupang, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dari seluruh kabupaten/kota di NTT serta kalangan akademisi, termasuk Universitas Nusa Cendana (Undana). Forum ini bertujuan membahas solusi konkret menghadapi tantangan pengelolaan sampah, degradasi lingkungan, dan penurunan kualitas ekosistem di NTT.

Darurat Pengelolaan Sampah dan Praktik Open Dumping

Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Kepala Pusdal LH Bali Nusra, Ni Nyoman Santi, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa NTT saat ini berada dalam kondisi darurat pengelolaan sampah.

“Masih ada sejumlah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang melakukan praktik open dumping. Ini bukan hanya persoalan teknis, tapi pelanggaran regulasi yang menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.

Ia menilai bahwa pengelolaan sampah di NTT membutuhkan perubahan sistemik dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari perguruan tinggi dan masyarakat sipil.

DLHK NTT Ajak Akademisi Dukung Edukasi Lingkungan

Sementara itu, Kepala DLHK NTT, Ondy Christian Siagian, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa isu lingkungan hidup adalah tanggung jawab lintas generasi.

Menurutnya, penyadaran harus dimulai dari tingkat rumah tangga dan lembaga pendidikan.

“Keterlibatan akademisi sangat penting. Para dosen harus bisa menanamkan kesadaran lingkungan kepada mahasiswa agar terbentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap bumi,” tegasnya.

Ondy juga mengapresiasi berbagai inisiatif generasi muda, seperti gerakan bank sampah dan kampanye daur ulang, yang dinilai berperan penting dalam membangun budaya peduli lingkungan di NTT.

Undana Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Dalam sesi diskusi, Kepala Bidang Wilayah III Provinsi NTT Pusdal LH Bali Nusra, Dr. Ade Suharso, S.Hut., M.Si., mengajak Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi mitra aktif pemerintah daerah dalam perumusan sistem pengelolaan lingkungan yang adaptif dan berbasis riset.

“Sistem pengelolaan lingkungan yang kuat harus lahir dari gagasan akademisi yang terus bertumbuh. Undana bisa berperan sebagai mitra strategis dalam membangun kebijakan berbasis data,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Lumban Nauli Lumban Toruan, S.Pi., M.Si., dosen Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana, menegaskan komitmen kampus untuk mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu lingkungan di daerahnya,” kata Lumban.

Ia menyoroti pentingnya peran pemulung dalam sistem pengelolaan sampah, serta mendorong uji coba penggunaan komposter dan pemilahan sampah organik-anorganik sejak di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebagai langkah konkret menuju pengelolaan sampah berkelanjutan.

Langkah Lanjutan: Bimtek Pengelolaan Lingkungan

Forum ini akan berlanjut pada Kamis (16/10/2025) dengan agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk memperdalam materi terkait pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, dan pemantauan IKLH.

Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan lingkungan yang bisa diterapkan oleh pemerintah daerah dan lembaga pendidikan di seluruh NTT. (*/rnc)